Wednesday, September 24, 2014

Berbagai Jenis Mi Sehat

Berbagai Jenis Mi Sehat


Dalam budaya Cina, mi adalah lambang dari usia atau hidup yang panjang.
Itulah sebabnya mi menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat negeri tirai bambu. Bahkan, jenis makanan yang satu ini memiliki variasi yang sangat banyak
dalam menu masakan Cina. Tapi, sebenarnya bangsa ini bukanlah satu-satunya kreator menu mi dengan citarasa yang luar biasa. Hampir semua negara di benua Asia memiliki masakan khas yang menggunakan mi sebagai bahan utama. Kami pilihkan 3 yang terbaik. Yang sehat sekaligus nikmat.

  • Mi Telor. Sebagian besar jenis masakan berbahan mi di Indonesia menggunakan “mi telor”. Mi ini terbuat dari telur dan gandum berjenis hard wheat. Gandum ini memiliki ciri khas kulit luar yang berwarna coklat. Pada hard wheat juga terdapat kandungan protein yang paling tinggi di antara semua jenis gandum yang ada. Selain itu, paduan serat yang tinggi dengan karbohidrat kompleks yang dimiliknya membuat jenis mi ini memberi efek kenyang dengan proses pencernaan yang berlangsung lebih lama. Ini akan membantu program diet Anda.
  • Mi beras. Makanan yang pada awalnya disajikan sebagai menu sarapan ini menggunakan mi beras sebagai bintang utamanya. Sesuai namanya, bahan utama mi jenis ini adalah tepung beras. Selain serat dan protein, mi beras juga diperkaya oleh mineral zinc dan besi. Kurangnya asupan zinc akan membuat sistem metabolisme Anda tak dapat bekerja dengan maksimal. Selain itu, senyawa tersebut juga turut bekerja dalam proses pertumbuhan sel-sel baru di tubuh Anda. Sedangkan zat besi berguna dalam pembentukan sel-sel darah merah. Bagi Anda yang memiliki masalah sensitivitas terhadap gluten, maka mi beras adalah pilihan yang tepat, dibandingkan dengan mi yang terbuat dari gandum. 
  • Soba. Ini ada mi khas Jepang yang terbuat dari tepung buckwheat. Bentuknya tipis dan mirip dengan spaghetti. Kelebihan buckwheat dibandingkan dengan gandum jenis lain adalah kandungan bioflavonoid –termasuk catechins yang banyak terdapat pada teh hijau dan polyphenol pada red wine– yang dimilikinya. Bioflavonoid bekerja untuk memperkuat pembuluh darah kapiler dan membantu mencegah terjadinya gangguan arteriosklerosis serta tekanan darah tinggi. Nutrisi lain yang dimilikinya adalah choline, yaitu senyawa yang banyak terdapat pada vitamin B kompleks. Senyawa ini turut bekerja dalam kinerja sistem metabolisme tubuh dan membantu menurunkan kolesterol.

0 comments:

Post a Comment