Wednesday, September 24, 2014

Karina Salim Menantang Masa Depan


Karina Salim Menantang Masa Depan
-



















Ingin berbisnis. Wanita kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1991 ini baru saja menyelesaikan kuliahnya di bidang bisnis. “Karena kuliah di bidang bisnis jadi aku pikir aku mau mulai berbisnis. Bukan yang sekadar main-main,,tapi untuk jangka panjang. Makanya, aku buat salon,” ujarnya.  Peraih Indonesian Movie Awards 2014 untuk
kategori Pendatang Baru Wanita Terbaik ini memilih berbisnis salon karena sangat tertarik pada dunia kecantikan. “Aku lebih condong ke beauty daripada ke fashion. Bicara fashion, ibuku jago desain lho. Hampir semua gaun yang aku pakai semua yang gambar ibuku. Rencananya, aku mau bikin satu tempat di mana ada salon, ibuku bisa jahit, dan kakakku punya barber shop.”

Terbiasa sibuk sejak kanak-kanak. Begitulah Karina, usianya memang relatif masih muda belia tapi pemikiran dan fokusnya jauh melebihi wanita sebayanya. Wajar saja, karena Karina memulai semuanya semenjak dia masih kanak-kanak. “Sejak di Sekolah Dasar aku memang sudah terbiasa sibuk banget. Sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Jam 2 sampai jam 7 malam aku les balet atau yang lainnya. Setiap hari. Waktu SMA sempat coba-coba bolos, pergi dengan teman-teman. Tapi, entah kenapa aku merasa aneh dengan tidak melakukan apa-apa. Ya, mungkin karena aku sudah terbiasa dengan tujuan atau jadwal yang jelas dan padat.”

Pelajaran Kedisiplinan. Dari SMA, Karina mengikuti semua ekskul yang berhubungan dengan tari. Mulai dari dance, tari tradisional, hingga kegiatan cheersleaders di mana dia jadi kapten dan menang juara 1 se-Indonesia. Cheerleading yang dia ikuti bukan sekadar pom-pom girls seperti pada umumnya, tapi benar-benar seperti atlet di mana tiap hari harus push up minimal 200! Efeknya, wanita berparas ayu ini pun mengaku bahwa tubuhnya jadi benar-benar berotot, dan merasa sehat. Baginya, kegiatan yang ditekuninya itu bukan sekadar tarian semata tapi juga olahraga dan juga pelajaran tentang kedisiplinan. “Aku memang suka olahraga dan rasanya tidak enak jika tidak melakukannya. Sekarang aku lebih sering yoga, karena bisa mendapatkan peace of mind,” ujarnya. 
    
Sexy menurut Karina. Kecantikan bagi Karina adalah ketika dia merasa nyaman dengan kulitnya bukan dengan aksesori atau dandan yang berlebihan. Begitupun soal kata sexy. “Aku baru bisa melihat seseorang itu sexy ketika aku sudah ngobrol dengannya. Misalnya, Natalie Portman. Aku baru melihat dia sexy setelah nonton interview-interviewnya. Sexy bagiku lebih ke pembawaan, kepintaran, bukan sekadar tampilan,” jelas wanita yang kerap merasa sexy ketika sedang berada di atas panggung ini. 

Bagaimana pandangan Karina terhadap pria? “Aku selalu tertarik dengan pria yang galak dan tegas. Biasanya aku merasa dominan dalam setiap hubungan yang pernah aku jalani, jadi aku butuh pria yang bisa lebih dominan, bukan yang cuma ikut-ikut. Bisa memimpin sehingga dapat menumbuhkan rasa respek dengan lebih mudah. Bukan yang cengar-cengir. Tapi, bukan berarti yang tidak humoris ya,” tegasnya. “Tentunya dia juga dapat bertanggungjawab dalam segala hal: Untuk menghidupi dirinya, aku, dan juga anak-anak kita nanti. Bertanggungjawab untuk mengurus dan bersama istrinya seumur hidup. Selain itu, dia juga harus bersih, tidak jorok. Postur penting buatku, meski tidak muluk-muluk. Tidak harus berperut sixpack tapi paling tidak punya otot bisep sehingga membuat aku nyaman dan terkesan dapat melindungi. 

0 comments:

Post a Comment